Rabu, 25 Februari 2015

Nama & Istilah-Istilah Taekwondo

NAMA-NAMA GERAKAN TAEKWONDO
Poomse atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
Kyorugi atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.



TAEKWONDO BASIC
Gerakan dasar Tae Kwon Do (Ki Bon Do Jak) terbentuk dari kombinasi berbagai teknik gerakan menyerang dan bertahan. Dasar-dasar Tae Kwon Do terdiri atas 5 komponen, yaitu:
1. Keupso (bagian tubuh yang menjadi sasaran), terdiri atas :
  • Eolgol (bagian atas/kepala/muka)
  • Momtong (bagian tengah/badan)
  • Arae (bagian bawah tubuh)
2. Bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang dan bertahan, terdiri atas :
  • Jumeok (kepalan), yaitu Deung-Jumeok (punggung kepalan), Me-Jumeok (kepalan palu), Pyon-Jumeok, Bam-Jumeok, Jipke-Jumeok.
  • Son (tangan), yaitu Sonnal (pisau tangan), Sonnal-Deung, Batang-Son (telapak tangan), Pyon-Jumeok, Pyonson-Keut dengan variasi Pyonson-Keut Sewo Chireugi, Pyonson-Keut Upeo Chireugi, Jechin-Pyonson-Keut, Gawison Keut, Ageum Son.
  • Palmok (lengan), yaitu An Palmok (lengan bagian dalam), Bakkat Palmok (lengan bagian luar) , Deung Palmok, Mit Palmok.
  • Palgup (siku).
  • Dari (kaki bagian atas) yaitu Mureup / lutut dan Jeonggang Wi / tulang kering, dan
  • Bal (kaki bagian bawah), yaitu Ap chuk (ujung depan telapak kaki), Dwitchuk (telapak kaki bagian belakang), Dwikumchi (tumit), Baldeung (punggung kaki), Balnal Deung, Balbadak (telapak kaki bagian dalam), Balkkeut, Balnal (pedang telapak kaki).
3. Seogi (sikap kuda-kuda), yang terdiri dari 3 sikap kuda-kuda pokok yaitu :
a. Neolpyo Seogi (sikap kuda-kuda terbuka), terdiri atas :
  • Pyeonhi Seogi (sikap kuda-kuda rileks)
  • Charyeot Seogi (sikap kuda-kuda bersiap)
  • Naranhi Seogi (sikap kuda-kuda sejajar).
  • Juchum Seogi (sikap kuda-kuda duduk).
  • Ap Seogi (sikap kuda-kuda jalan pendek).
  • Ap Kubi Seogi (sikap kuda-kuda jalan panjang).
  • Dwit Kubi Seogi (sikap kuda-kuda kuda-kuda L).
  • Beom Seogi (sikap kuda-kuda harimau).
  • Hakdari Seogi (sikap kuda-kuda satu kaki)
b. Moa Seogi (sikap kuda-kuda tertutup), terdiri atas Moa Seogi dan Koa Seogi (sikap kuda-kuda kaki menyilang).
c. Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus), terdiri atas Kibon Junbi Seogi (sikap kuda-    kuda siap), Bojumeok Junbi Seogi (sikap kuda-kuda siap dengan menutup kepalan).
4. Makki (tangkisan), berbagai macam tangkisan diantaranya yaitu:
  • Arae Makki (tangkisan ke bawah)
  • Eolgol Makki (tangkisan ke atas)
  • Momtong An Makki (tangkisan ke tengah dari luar ke dalam)
  • Momtong Bakkat Makki (tangkisan ke tengah dari dalam ke luar)
  • Sonnal Momtong Makki (tangkisan ke tengah dengan pisau tangan)
  • Batang Son Momtong An Makki (tangkisan ke tengah dari luar dengan bantalan telapak tangan)
  • Kawi Makki (tangkisan menggunting)
  • Sonnal Bitureo Makki (tangkisan melintir dengan satu pisau tangan)
  • Hecho Makki (tangkisan ganda ke luar)
  • Eotgoreo Arae Makki (tangkisan silang ke arah bawah)
  • Wesanteul Makki (tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar
5. Kongkyok Kisul (teknik serangan), terdiri atas:
a. Jereugi (pukulan), yaitu :
  • Momtong Jireugi (pukulan lurus ke depan, sasaran tengah / ulu hati).
  • Yeop Jireugi (pukulan lurus ke samping).
  • Dangkyo Teok Jireugi (pukulan ke rahang sambil menarik).
  • Du Jumeok Jecho Jireugi (pukulan ganda mengait ke atas).
  • Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
  • oreon jireugi= pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil menendang(ap chagi)
    b. Chigi (sabetan), yaitu :
  • Han Sonnal Mok Chigi (sabetan tunggal dengan pisau tangan)
  • Jebipoom Mok Chigi (sabetan dari lura ke dalam dibarengi tangkisan pisau tangan ke arah atas)
  • Me Jumeok Naeryo Chigi (sabetan dari atas ke bawah dengan bantalan kepalan bagian ruas kelingking)
  • Dung Jumeok Eolgul Ap Chigi (sabetan depan menggunakan bonggol atas kepalan dengan sasaran atas)
  • Palkup Dollyo Chigi (sabetan memutar dengan siku tangan)
  • Palkup Pyojeok Chigi (sabetan siku tangan dengan sabetan sasaran/target terpegang)
  • Mureup Chigi (sabetan yang menggunakan lutut)
  • Deung Jumeok Bakkat Chigi (sabetan dari dalam ke luar dengan menggunakan bonggol atas kepalan).
c. Chireugi (tusukan), yaitu :
  • Pyeonson Keut Sewo Chireugi (tutuksan dengan telapak tangan tegak)
  • Kawison Keut Chireugi (tusukan dengan 2 jari ke arah mata)
  d. Chagi (tendangan), yaitu :
  • Ap Chagi (tendangan depan)
  • Dollyo Chagi (tendangan serong/memutar kesamping)
  • Yeop Chagi (tendangan samping)
  • Dwi Chagi (tendangan belakang)
  • Naeryo Chagi (tendangan menurun/mencangkul)
  • Twio Yeop Chagi (tendangan Yoep Chagi dengan melompat)
  • Dwi Huryeo Chagi (tendangan balik dengan mengkait)
  • Doobal Dangsang Chagi (tendangan ganda ke depan sambil melompat)
  • Twio Ap Chagi
  • Twio Dwi Chagi, lompat ditempat berbalik kebelakang, menyodok kearah perut
Terminologi Tae Kwon Do
  1. Sabeum = Instruktur
  2. Sabeum Nim = Instruktur Kepala
  3. Seonbae = Senior
  4. Hubae = Junior
  5. Tae Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do
  6. Muknyeom = Meditasi
  7. Dobok = Seragam Tae Kwon Do
  8. Ti = Sabuk Latihan
  9. Oen = Kiri
  10. Oreon = Kanan
  11. Joonbi = Siap
  12. Sijak = Mulai (Tanpa Komando(biasa dilakukan di poomse))
  13. Kalryeo = Stop
  14. Keysok = Lanjutkan
  15. Keuman = Selesai
  16. A Nee = Tidak
  17. Yee = Ya
  18. Eolgol = Sasaran atas
  19. Moumtong = Sasaran tengah
  20. Arae = Sasaran bawah
  21. Kyungrye = hormat
  22. chariot= mempersiapkan diri
  23. nici= sekian
  24. belci ki manisi= tempat istirahat
  25. menicip= pengawas taekwondo
  26. dobeon= dua kali
  27. sambeon= tiga kali
  28. iljang= satu
  29. ijang= dua
  30. samjang= tiga
  31. sahjang= empat
  32. ohjang= lima
  33. yukjang= enam
  34. chiljang= tujuh
  35. paljang= delapan

TEKNIK & TAKTIK DALAM KYORUGI TAEKWONDO

Write By: Hasan Published In: Taekwondo Created Date: 2015-02-26

TEKNIK & TAKTIK DALAM KYORUGI TAEKWONDO

PENDAHULUAN
 Taekwondo semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas karena sosialisasi yang dilakukan  lewat berbagai event kejuaraan, ataupun melalui demonstrasi pada acara-acara tertentu. Kejuaraan taekwondo sering diselenggarakan diberbagi daerah, baik kejuaraan tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Kejuaraan yang paling sering diselenggarakan adalah kategori kyorugi (pertarungan), tetapi akhir-akhir ini seringkali sebuah event kejuaraan taekwondo digabung antara kyorugi dan poomsae (jurus).

Biasanya peserta atau atlet yang mengikuti kyorugi lebih banyak dari poomsae. Mungkin karena kapasitas pelatih yang hanya ahli di bidang kyorugi saja, atau bisa juga pelatih melihat potensi atletnya, atau karena pertimbangan-pertimbangan lainnya. Tetapi yang perlu dicatat pada kejuraan taekwondo kategori kyorugi; umumnya lebih meriah, ramai, dan menghibur dibanding dengan poomsae. Disamping itu atlet yang mengikuti kyorugi lebih merasa bangga dan puas ketika menjadi seorang juara atau memperoleh medali. Dengan kata lain prestise-nya lebih besar daripada poomsae.

Berbicara tentang kyorugi atau fight (tarung), tidak bisa dilepaskan dari teknik dan taktik yang menyertainya; baik itu menyerang (attack), bertahan (counter), maupun gabungan keduanya, yaitu bertahan menyerang (counter-attack). Teknik dan taktik dalam taekwondo—khususnya kyorugi—dapat  diibaratkan dengan senjata, yang mana dengan senjata itu seorang atlet bisa mengalahkan lawannya, dan memenangkan sebuah kejuaraan. Teknik dan taktik sedemikian pentingnya bagi seorang atlet kyorugi, sehingga ada pendapat yang mengatakan bahwa teknik dan taktik lebih penting dari fisik ketika bertanding. Mungkin saja pendapat itu ada benarnya, walaupun tidak seratus persen benar. Entah didasarkan pada pengalaman, pengamatan, atau sekedar dugaan saja.

Tapi yang jelas baik teknik, taktik, maupun fisik sama-sama pentingnya bagi seorang atlet. Karena betapapun hebatnya teknik dan taktik seorang atlet, kalau fisiknya buruk, tentu akan mengurangi kemampuan dan konsentrasinya, dan ini bisa dimanfaatkan oleh lawan yang fisiknya lebih baik. Begitu juga sebaliknya, sehebat apapun kemampuan fisik atlet, jika teknik dan taktiknya buruk, maka sulit untuk memenangkan pertandingan. Karena pada kyorugi, hanya dengan waktu 2 menit untuk setiap ronde pada 3 ronde yang direncanakan, memang lebih dominan menggunakan teknik dan taktik untuk memperoleh poin dari lawan. Untuk itu kecerdasan atau skill atlet, dalam hal ini kemampuan teknik dan taktik, mutlak diperlukan untuk memenangkan sebuah pertandingan.

PEMBAHASAN

Teknik merupakan bentuk gerakan-gerakan seperti tendangan, pukulan, tangkisan, langkah, maupun menghindar, sedangkan taktik merupakan cara untuk memenangkan pertandingan dengan menggunakan teknik (Tirtawairya, 2005: 4). Jadi sebenarnya antara teknik dan taktik itu berbeda. Kalau teknik adalah cara melakukan tendangan dengan benar, sedangkan taktik adalah bagaimana menggunakan teknik yang telah dikuasai untuk menghadapi lawan dalam sebuah pertandingan. Pada makalah ini penulis hanya akan membahas taktik dalam taekwondo, khususnya taktik menyerang (attack) dan bertahan menyerang (counter-attack).

Taktik yang baik bukan berarti harus mempunyai teknik yang banyak, tetapi mempunyai kemampuan teknik yang matang, tetapi akan lebih baik lagi jika tekniknya banyak dan matang (Tirtawirya, 2005: 6). Ini menunjukkan bahwa sebelum berlatih taktik, tentu seorang atlet harus menguasai teknik terlebih dahulu. Karena hanya akan sia-sia saja jika seorang atlet diberi latihan taktik, sementara tekniknya belum menguasai, sebab teknik merupakan bagian dari taktik. Begitu juga latihan teknik, kalau kondisi fisiknya tidak mencukupi, tentu tekniknya juga tidak akan maksimal.

Beladiri taekwondo termasuk cabang olahraga terbuka (open skill), dikatakan keterampilan terbuka karena dicirikan dengan kondisi lingkungan dan obyek yang selalu berubah atau bergerak. Artinya bahwa pada pertandingan taekwondo (fight), seorang atlet tidak bisa menebak serangan yang akan dilakukan oleh lawan (Tirtawirya, 2005: 15). Jadi atlet hanya bisa memperkirakan saja berdasarkan perhitungan dan pertimbangan yang matang, untuk selanjutnya melakukan antisipasi terhadap serangan lawan.

Taktik Menyerang (Attack)
Taktik menyerang dalam taekwondo sangatlah penting, dan harus dikuasai betul oleh seorang atlet, meskipun atlet tersebut lebih senang bertahan (tipe counter). Karena adakalanya pada situasi tertenu seorang atlet harus melakukan taktik serangan untuk mendapatkan poin. Misalnya saat tertinggal angka dari lawan, tentu seorang atlet akan berusaha memperoloeh poin dengan cara menyerang. Tidak mungkin hanya menunggu saja, sementara poin lawan lebih unggul, dan waktu terus berjalan.

Dalam pertandingan fight, ada area badan yang boleh dikenai atau diserang untuk mendapatkan poin (legal scoring area), dan ada juga yang dilarang untuk diserang (ilegal scoring area).  Yang dimaksud dengan legal scoring area adalah daerah sasaran yang mendapatkan poin apabila diserang atau dikenai tendangan, yaitu:
    Badan, seluruh bagian tubuh yang ditutup body protector, kecuali sepanjang tulang belakang.
    Kepala, seluruh bagian muka termasuk telinga, kecuali bagian belakang kepala.
Lalu bagian tubuh yang tidak boleh diserang sama sekali (ilegal scoring area), yaitu bagian kemaluan atau pinggang ke bawah, tulang belakang, dan kepala bagian belakang. Untuk serangan menggunakan pukulan sebenarnya juga diperbolehkan, tapi sasarannya hanya pada body protector, tidak boleh memukul bagian wajah atau kepala.

Taktik menyerang dalam konteks pertandingan (kyorugi) sangatlah banyak, tetapi pemakaiannya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Tidak mungkin atlet terus menerus menyerang secara membabi buta, sementara lawannya sudah siap dengan counter attack-nya. Tentu ini akan sangat membahayakan. Oleh karena itu, taktik menyerang harus melalui perhitungan dan pertimbangan secara matang saat bertanding (taktis). Dan ini diperoleh melalui proses latihan yang panjang, baik melalui sparring partner, semi sparring atau latih tanding. Semua ini juga tergantung bagaimana peran seorang pelatih membuat latihan taktik yang efektif dan efisien. Contoh taktik menyerang (attack) dalam taekwondo:

    Memancing atau mengecoh lawan dengan menggunakan move, setelah mengetahui bahwa lawan terlihat akan melakukan back step, serang dengan nare chagi, step tiga dolyo atau tendangan beruntun yang lain.
    Pada saat musuh melakukan gerakan (move) dan terlihat tidak siap, langsung menyerang—secara mendadak—menggunakan dolyo langsung, atau tendangan yang lain.
    Memancing atau mengecoh lawan dengan menggunakan move, setelah lawan mengeluarkan tendangan counter attack-nya, lakukan serangan atau tendangan yang efektif.
    Menyerang dengan cara “jual-beli” tendangan, pada atlet yang lebih suka bertahan (tipe counter), misalnya potong dolyo chagi, berikan umpan dengan maju satu step, setelah terkena counter-nya, balas dengan dolyo chagi kepala atau bal chagi. Penyerang memang terkena momtong dolyo, tapi bisa membalas dengan sasaran kepala, dan itu poinnya lebih banyak.

Taktik Bertahan Menyerang (Counter-Attack)

Taktik bertahan (counter-attack) dalam taekwondo sama pentingnya dengan taktik menyerang, karena untuk mendapatkan poin tidak hanya dengan menyerang saja. Adakalanya taktik counter-attack lebih efektif ketika menghadapi situasi tertentu, misalnya saat berhadapan dengan lawan yang lebih banyak menyerang (tipe attack). Menurut Hariono (2011), taktik bertahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bertahan aktif dan bertahan pasif.
Bertahan aktif adalah taktik bertahan yang dilakukan dengan membuat gerakan-gerakan (move) untuk memancing lawan agar melakukan serangan, sehingga saat serangan datang taekwondoin dapat melakukan serangan balasan (counter attack). Contoh taktik bertahan aktif:

    Memancing lawan dengan menggunakan move, pada atlet tipe attack biasanya memiliki naluri menyerang yang tajam, atlet tipe attack akan mencari peluang untuk menyerang pada saat tertentu. Misalnya pada saat kita sedang dalam keadaan move, lawan biasanya akan menganggap kita tidak siap, lalu melakukan serangan nare chagi. Untuk itu bagi atlet tipe counter dapat memancingnya dengan move, tetapi tetap siap dan waspada ketika serangan datang, lalu pada saat serangan datang lakukan serangan balasan dengan langsung memotong dolyo chagi atau dwi chagi.

Bertahan pasif adalah taktik bertahan yang menunggu serangan lawan datang, lalu melakukan back step, selanjutnya melakukan serangan balasan, atau langsung memotong laju pergerakan lawan dengan menendang pada legal scoring area, atau menggunakan antisipasi-antisipasi yang lain. Bedanya dengan bertahan aktif adalah pada move atau gerakan-gerakan untuk memancing lawan, kalau pada gerakan pasif tanpa menggunakan move. Contoh taktik bertahan pasif:

    Step mundur (back step) dilakukan saat lawan melakukan serangan, untuk selanjutnya dilakukan serangan balasan (counter-attack). Taktik ini efektif digunakan pada lawan yang memiliki tipe menyerang langsung. Misalnya pada lawan yang menyerang dengan dolyo langsung, antisipasinya dengan step mundur dolyo chagi atau eolgul peta chagi.

Dan masih banyak lagi contoh-contoh taktik menyerang yang lain, bukan pada tempatnya penulis menuliskan semuanya disini, karena keterbatasan makalah ini. Untuk lebih memahaminya lagi, perlu acuan buku yang lebih lengkap, atau berlatih taktik taekwondo pada ahlinya.

KESIMPULAN
Pada pertandingan taekwondo kategori kyorugi atau fight (tarung), tidak bisa dilepaskan dari teknik dan taktik yang menyertainya; baik itu menyerang (attack), bertahan (counter), maupun gabungan keduanya, yaitu bertahan menyerang (counter-attack). Teknik dan taktik dalam taekwondo—khususnya kyorugi—dapat diibaratkan dengan senjata, yang mana dengan senjata itu seorang atlet bisa mengalahkan lawannya, dan memenangkan sebuah kejuaraan.

Taktik adalah upaya atau cara yang dilakukan atlet untuk memenangkan sebuah pertandingan. Peran atlet pada penggunaan taktik lebih banyak dibandingkan pelatih, karena taktik dilakukan atau digunakan oleh atlet ketika pertandingan sedang berlangsung, meskipun peran pelatih juga cukup besar dalam mengajarkan atau melatihkan taktik yang efektif dan efisien.

Untuk bisa memiliki taktik yang baik, seorang atlet harus menguasai teknik terlebih dahulu. Karena hanya akan sia-sia saja jika seorang atlet diberi latihan taktik, sementara tekniknya belum menguasai, sebab teknik merupakan bagian dari taktik. Begitu juga latihan teknik, kalau kondisi fisiknya tidak mencukupi, tentu tekniknya juga tidak akan maksimal. Jadi antara fisik, teknik, dan taktik saling berhubungan, dan perlu dimiliki oleh seorang atlet.